Pemakaian Emulsifier pada Produk Makanan Bisa Memicu Kanker


Pemakaian Emulsifier pada Produk Makanan Bisa Memicu Kanker

Pemakaian banyak bahan aditif pada makanan berpotensi memicu kanker. Es krim, mayonnaise, produk daging olahan, dan roti merupakan beberapa jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Walaupun variannya berbeda, tapi banyak dari makanan tersebut yang memakai beragam bahan kimia tambahan.

Salah satu bahan kimia tambahan yang sering dipergunakan adalah emulsifier, yaitu senyawa kimia untuk mempertahankan struktur adonan kue. Ternyata penggunaan emulsifier bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kanker.

Dikabarkan oleh Fox News (11/11/16), baru-baru ini sebuah studi dari para peneliti di Georgia State University telah menemukan bahwa konsumsi produk makanan yang mengandung senyawa emulsifier secara rutin memiliki kaitan erat pada penyebab kanker usus. Hal ini dibuktikan melalui penelitian pada obyek tikus.

Para peneliti membagi obyek penelitian tikus menjadi tiga kelompok. Dua kelompok tikus diberikan senyawa emulsifier, baik natrium carboxymethycellulose atau polisorbat 80. Dan kelompok tikus yang terakhir hanya diberikan air mineral.

Hasilnya tikus yang mengkonsumsi emulsifier yang berbeda mengalami perubahan bakteri usus yang timbul dari peradangan dan kanker usus besar. Laporan ini diterbitkan dalam jurnal medis “Cancer Research.”

Saat ini Departemen Pangan dan Pertanian Amerika Serikat, telah menetapkan kebijakan atas penggunaan emulsifier pada produk makanan. Emulsifier hanya boleh sebesar 1% hingga 2% dari sebuah produk makanan.

Beberapa produk makanan olahan tingkat tinggi menggunakan beberapa jenis emulsifier yang berbeda untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan dan kualitas rasa yang terjaga.

“Saya akan mencoba memberitahu orang-orang untuk mulai memasak sendiri, dibandingkan mengonsumsi produk olahan makanan,” ungkap peneliti Emilie Viennois dalam konferensi pers.

“Alternatifnya, Anda bisa menggabungkan produk olahan makanan dengan masakan sendiri. Dengan begitu paparan atas emulsifier tidak berdampak terlalu besar dalam satu makanan,” tutup Emilie.

Disadur bebas dari: Detik Food

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s