Makassar Digegerkan Cerita “Darah Gaun Pengantin”


Kisah ini terjadi sekitar 2 hari menjelang Ramadhan di Kota Makassar ketika semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Seorang gadis yang merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya, satu-satunya pewaris tunggal dari semua kekayaan ayahnya. Gadis ini diam-diam mencintai seorang pemuda yang bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan ayahnya begitu pun pemuda itu juga sangat mencintai sang gadis yang notabene adalah anak dari sang bos tempat dia bekerja.

Lama-kelamaan sang ayah mengetahui hubungan antara putri semata wayangnya dengan salah satu buruh di pabriknya itu, jelas saja sang ayah tidak merestui hubungan ini, perbedaan faktor ekonomi yang menjadi sebab musabab utamanya.

Sudah beberapa kali putrinya meminta dan memohon agar sang ayah merestui hubungan cinta mereka tetapi sang ayah tetap bersikukuh dengan keputusannya, hingga sang ayah mengancam kepada sang pemuda akan memecat dia dari pekerjaannya apabila pemuda itu tidak juga memutuskan hubungan asmara dengan putrinya.

Namun, keputusan sang ayah tidak memudarkan cinta mereka, mereka tetap bersikeras untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, hingga akhirnya sang gadis itu pun pergi meninggalkan rumah bersama sang pemuda, walau sang gadis tahu kehidupannya akan sengsara namun itu tidak menghalangi niatnya untuk kabur dari rumah.

Sang ayah kebingungan mencari dimana keberadaan putrinya itu, hingga dia menyadari apa yang telah dilakukannya selama ini telah melukai hati putrinya, dia pun segera menulis permintaan maaf di beberapa media surat kabar lokal.

“ANAKKU SAYANG, MAAFKAN AYAH, NAK. AYAH TAHU CINTA KALIAN TAK DAPAT TERPISAHKAN, PULANGLAH, NAK, AYAH MERESTUI KALIAN”

Hingga akhirnya isi permintaan maaf itu terbaca oleh sang gadis dan dia pun segera pulang menemui ayahnya ditemani sang pemuda, tentunya kedatangan mereka disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga sang gadis.

Hari berganti hari persiapan pernikahan mereka hampir selesai semua. Pada saat sang calon pengantin tengah berada disebuah boutique untuk fiting baju pengantin mereka, ketika sang gadis tengah asyik mencoba gaun pengantinnya, sang pemuda berpamit untuk membeli minuman disebuah toko yang terletak diseberang boutique.

Ketika pemuda ini menyeberang tanpa diduga sebuah truk berkecepatan tinggi menabraknya hingga pemuda itu terpental jauh beberapa meter, sang gadis yang melihat kejadian itu segera berlari ke arah sang pemuda, namun naas sang pemuda langsung meninggal ditempat, darah pemuda itu terus mengalir membasahi gaun putih pengantin sang gadis hingga akhirnya sang gadis tidak sadarkan diri.

Besoknya, jenazah sang pemuda baru dikebumikan, hingga malam setelah pemakaman sang pemuda, ibu sang gadis bermimpi didatangi seorang nenek tua yang menyuruh untuk segera membersihkan noda darah sang pemuda digaun putih pengantin sang gadis, namun sang ibu malah mengabaikannya.

Hingga malam kedua setelah pemakaman giliran sang ayah yang bermimpi didatangi nenek tua untuk membersihkan noda darah itu, karena merasa ada keganjilan akhirnya mereka pun mencoba menghilangkan noda darah itu.

Namun, hingga hari keenam darah itu tidak juga menghilang dari gaun putih pengantin sang gadis walau segala usaha telah dilakukan, malamnya sang gadis ini pun bermimpi didatangi sang nenek tua lalu nenek tua itu mengancam akan membunuh sang gadis bila sampai hari ke tujuh noda darah itu tidak juga menghilang.

Sampai hari ketujuh setelah pemakaman sang pemuda, malam itu tidak seperti biasanya rumah sang gadis mendadak sepi, tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu utama dengan kerasnya, dengan segenap keberaniannya sang gadis mencoba membuka pintu utama, namun apa yang terjadi dilihatnya seorang nenek yang datang kedalam mimpinya ada dihadapannya sekarang hingga gadis itu terjatuh lunglai tak berdaya,

“Siapa Ki’???”

“Mauki apa datang kesini?”, tanya sang gadis ketakutan.

Bukannya menjawab pertanyaan sang gadis, nenek itu malah semakin mendekati gadis itu.

“Mau Ja’ Kasiki Ini, Nak” jawab sang nenek melemparkan sebuah bungkusan ke arah sang gadis.

“Apa ini kah?” tanya sang gadis masih ketakutan dan gemetaran.

Dengan suara lirih nenek itu menjawab:

“ITU RINSO ANTI NODA…UNTUK MEMBERSIHKAN NODA YANG PALING MEMBANDEL”

😛 😛 😛 😛 😛 😛

Serius amat bacanya?

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s